Lalu asyik membuka tabloid. Kalau kini aku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yang membasahi leher, pasti karena aku terlalu terbuai lamunan. Bokep Tobrut Ayo..!Aku masih diam saja. suara itu lagi, suara wanita setengah baya yang kali ini karena mendung tidak lagi ada keringat di lehernya. “Halo..?” katanya sedikit terengah. Lalu asyik membuka tabloid. Jari tangan mulai dingin. Esoknya, dari rumah kuitung-itung waktu. Lalu menyentuh Junior dengan sisi luar jari tangannya. Aku menurut saja. Ia tidak bercerita apa-apa. Ah masa bodo. Suara pletak-pletok mendekat.“Ayo tengkurap..!” kata wanita setengah baya itu.Aku tengkurap. Toh, si setengah baya itu pasti sudah lebih dulu tiba di salonnya.




















