Sambil melakukan hal itu tangan Tom berpindah menuju kemaluan Elin. Dengan tubuhnya yang masih menghimpit badan Elin, Tom mencoba membujuknya dengan memberikan berbagai alasan antara lain karena ia terlalu banyak minum sehingga tidak dapat mengontrol dirinya.Sambil membujuk dan mengelus-elus rambut Elin dengan perlahan-lahan penisnya mulai tegang lagi dan dengan halus penisnya yang memang telah berada tepat di depan kemaluan Elis ditekan perlahan-lahan agar masuk ke dalam kewanitaan Elin. Bokeb Dari bau whisky yang tercium, rupanya keduanya masih berada dalam keadaan mabuk. Lihat buah dadamu, padat banget. Hatinya terkesiap melihat Tom dan Anita sedang bergumul. Tanpa terasa air mata penyesalannya bergulir keluar dan Elin mulai menangis tersedu-sedu. Dan dirasakanya tangan Tom sekarang ada di pantatnya meremas dan meraba-raba.Kemudian Tom menyibakkan rambut Elin, dan dihirupnya leher Elin dengan hidungnya sementara lidahnya menelusuri leher Elin.




















