Ia menjerit-jerit dan mencakar tangan dan dadaku.Justru rasa sakit membuatku makin bernafsu, dengan kasar kugoncang dia naik-turun seperti naik kuda-kudaan. Bokep Montok Lalu kubayangkan kuperkosa ia, kubuat badannya dan susunya terguncang-guncang, tak peduli ia menjerit-jerit kesakitan dan meronta-ronta. Dengan terpaksa akhirnya Ai Ling melayaniku tiap hari sampai aku bosan dan mencari mangsa lain. Ai Ling lari ke pintu tetapi ia tak bisa membukanya karena kuncinya ada di saku celanaku.Nafsuku yang belum terpuaskan membuatku marah, kuburu ia dan kupukul muka serta payudaranya yang besar dan kenyal itu. Ia meronta sekuat tenaga tetapi kupegangi pinggangnya dengan kedua tanganku kuat-kuat. Ia mendesah karena belum sepenuhnya sadar dari pingsannya. Sejenak Ai Ling seperti tersentak kaget dan berusaha melepaskan diri. Akhirnya kami sampai di rumahnya. Aku semakin bernafsu melihatnya dan ia memberontak berusaha lari lagi.




















