“Siapa? Bokeb Kulumat, kujilat, kuhisap. Aku pun mencoba menguping.“Apa yang harus aku lakukan?….Apa…” Aku menunduk, mungkin mbak Intan kaget setelah pengakuanku tadi. “Ini luar biasa, mbak Intan sampe keluar berkali-kali, Wan, kamu mau jadi suami mbak?” “eh?”, aku kaget. ”“Ya, demikianlah mbak, lancar saja”, jawabku. Sebab saya tak pernah jatuh cinta terlebih dulu. Terlebih ia yaitu bibiku sendiri. Ia tiba-tiba berlari dan memelukku.Erat sekali, sampai aku bisa merasakan dadanya. hehehe…tapi itulah cintaku, aku cinta dia dan dia cinta kepadaku.Kami akhirnya hidup bahagia, dan aku punya dua anak darinya. Saya juga ditinggal sendirian di ruang itu, tv masihlah menyala.Cukup lama saya ada di ruang tengah, sampai tengah malam kurang lebih.




















