Saat itu, aku benar-benar sendirian. Bokep Montok Dan semalaman dia tidur sambil memelukku dengan hangat.“Aku..aku..sayang Tomo”“Tomo adalah milikku..hanya milikku seorang”Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. tidaak!!” aku sangat malu melakukan posisi itu.Tetapi Tomo tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya. Aku tetap melihat perbuatan Tomo tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Tomo masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. Enam bulan pun berlalu. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi. Kenapa??!!”Dia melihatku dengan pandangan marah. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Kenapa katamu?! Aku lumayan capek, tapi aku senang.




















