Kedua tanganku memegang kedua payudaranya dari belakang badannya. “Mbak, boleh minta rotinya!”, kataku dengan halus. Bokep Tante Bagian-bagian yg telah terpilah-pilah itu kubaca lagi dengan lebih teliti dan menguraikan isinya didalam otakku sehingga terbentuklah sebuah bahan informasi yg berhubung-hubungan satu sama lainnya. Mungkin karena malu Indah segera melepaskan cubitannya. “Pingin tahu rasanya?”, tanyanya dengan senyum menggoda dan menuju ke arahku. Setelah kukenakan celana pendek kubuka pintu, ternyata yg ada dihadapanku adalah Indah yg telah kembali balik kekamar setelah keluar entah kemana dan berapa lama. Terkejut oleh ucapannya yg panjang dan mengagetkan aku hanya mengucapkan “Terima kasih banyak, Mbak”. Kepuasan yg kuperoleh mengantarkanku pada dunia mimpi. Setelah melahap 3 potong roti, aku bertanya padanya,
“Dari mana saja Mbak kok dapat roti enak?”
“Tadi aku silaturahmi ke tempat saudara-saudara dan pulangnya dibawain ini”, jawabnya.




















