Sepanjang perjalanan masuknya kontolku, Mama memejamkan matanya dan melenguh,
“oooooohhhhhh…………. Bokep Montok Makanya aku kini kembali mengusap-usap punggung Mama. Teman Mamaku itu juga memiliki bisnis keluarga yang dibangun bersama suaminya. Entah bagaimana, naluriku yang mengambil alih, aku lepas kedua tangan dari pantat Mama, lalu kupeluk tubuhnya erat-erat, kemudian aku putar badan, bagaikan pegulat professional sehingga kini aku yang ada di atas tubuh Mama. Aku deg-degan sekali. Namun, Aki tidak boleh membicarakan syarat sebelum kalian bersumpah dahulu. Tetapi akhir-akhir ini terus merugi. Bagus, bagus.”
“Apanya yang bagus, ki?” tanyaku penasaran. Selain itu, suara Mama mulai terdengar lagi,
“Yeaaah…… yeaaaaaaaaaaaaah……. Tapi, syarat untuk mencapai keinginan ini berat sekali. Dahi Mama mengerut seakan menahan sakit dan matanya terpejam rapat.




















