Tolong..!” jeritnya keras sambil berusaha meronta dan melawan dgn gigih saat seseorang dari mereka mulai mengangkat rok panjang yg dikenakan oleh Rosmeri.“Jangan..! Bokep Barat Mas Tono!” kupanggil namanya beberapa kali.Dan seperti bangun dari mimpinya, dgn sedikit terhentak Mas Tono tersadar kembali.“Oh, mm, kamu ambil bajunya terus bawa ke sini, biar Mas Tono yg pakein.”Kupilih salah satu t-shirt di dalam lemari, juga kaus dalam, CD, dan celana pendeknya, dan kemudian memberikannya pada Mas Tono. Kemudian ia melepaskan pakaianku sambil menikmati ciumanku di bibirnya. Langsung kutarik naik CD dan celanaku cepat lalu beranjak pergi.Aku baru sampai di depan pintu kamarku ketika kurasa tangan itu menahanku dari belakang. Aku sempat berpamitan dgn mereka sebelum aku kembali berjalan menuju pintu keluar saat tiba-tiba salah seorang dari mereka memanggilku..“Sis.., Temenin kita main dong..!” serunya.“Kita taruhan. Namun kemudian aku tersadar kembali oleh suara Mas Tono.“Ayo dong Jon!” pintanya.“I-iya.” jawabku.Kubuka mulutku agak lebar, mendekatkan wajahku




















