Wajahnya amat cantik, berkesan cerdas namun dingin. “Tapi aku juga ngerti, kamu nggak mungkin bisa hidup bareng aku.” lanjutnya lagi. Bokep Tante Saya benar-benar ingin melewatkan hidup saya bersamanya terus. “Kamu manis sekali, Von.” bisiknya lagi, sambil melepaskan kacamata saya yang minus tujuh. Diam-diam saya iri melihat tubuhnya yang ramping dan cukup jangkung untuk ukuran Indo, sangat menarik. “Y-Yes, It is.” jawab saya agak terbata-bata, khawatir kalau-kalau ia menyakiti saya. Tangan saya meraih susunya dari balik kaos, tapi ia menepiskannya. “Kangkangin dong, aku pengen lihat lebih jauh!” katanya lagi. Rambutnya yang pendek seleher diikat ke belakang hingga tengkuknya yang jenjang terlihat begitu indah. Pak Smith dan saya hanya diam terpaku melihat ketiga manusia sangar itu meninggalkan ruangan dan membanting pintu dengan keras. “Berikan langsung pada mereka!” ujar Pak Smith yang masih berdiri dengan gemetaran.




















