Dianya ketawa-ketawa saja.“itu apa mah? hehe” tentu saja aku mau, itu adalah sesuatu yang aku impi-impikan .“Ya udah sini dekat-dekat ke mama” ajak mamaku.Aku mendekatinya dan duduk di sampingnya sambil bertelanjang bulat sedangkan mamaku hanya mengenakan celana panjang dengan kemeja yang terbuka didepannya, memperlihatkan kedua bukit payudaranya yang montok berisi penuh susu. Bokep iya-iya tapi pelan-pelan dong nariknya, sakit tangan mama” kataku pura-pura manja.Dia yang kayanya sudah tidak tahan apalagi tadi benar-benar tanggung baginya segera meloloskan pakaiannya memperlihatkan penisnya lagi dihadapan ibu kandungnya. eh.. ayooo.. Ku lihat bagian tengahnya agak basah tapi tidak lengket. Aku berusaha tidak memandang matanya karena grogi, akhirnya aku memandang ke arah ranjang bayi.“Gak ada kok mah, Cuma mau liat adik aja. Suamiku sih menganggap biasa aku yang menyusui di hadapan Dio. Tuh lihat burung kamu negang gitu” ujar mamaku, aku hanya senyum-senyum saja mendengarnya sambil masih asik mengenyot susu mama.Tiba-tiba terdengar suara




















