Butir keringat mengalir diwajahku. Bokep Tobrut Dia membawaku ke apartmentnya.Tak lama kami sudah sampai di apartment. Tubuhku mengejang dan kemudian terkulai lemas diatas pangkuannya. Sama kaya orangnya” kata ku setelah kami sampai di mobilnya. Dia sudah ingin ngentot lagi dengan aku. Erangan nikmat mereka berdua memenuhi ruangan itu, ditambah dengan bunyi derit ranjang menambah panas suasana. Tanganku meremas-remas sprei ranjang.“Pak.. Dia menunggu gak jauh dari resto. Aku menduga pasti ada ujungnya, gak mungkin kan lelaki mau ngasi hp mahal begitu aja. Enak banget Rin..” desahnya, aku terus menjilati penisnya. Terus dia bilang akan nunggu aku sekitar jam 6 sore. Sepertinya duit beberapa juta enteng buat dia. Ahh” jeritku sambil tubuhku mengejang dalam dekapannya.Aku telah nyampe. Aku menurunkan tubuhku dan penisnya mulai menerobos memekku yg sempit.“Ooh..




















