Bahkan aku tak protes ketika Lidya mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. Vidio XNXX menjambak rambutku, dan membenamkan Wajahku ke dadanya. Sedangkan aku sendiri sama sekali tak peduli, tetap menganggapnya hanya kawan biasa saja. Sementara perasaan hatiku semakin tak menentu. Sementara Tante Amanda pergi membawa Bobby, aku dan Lidya duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yg menunggang kuda dgn gagah. Aku memang terlahir dari keluarga yg bisa dibilang cukup berada. Aku memang tumbuh menjadi anak yg manja. Seakan Lidya berusaha untuk membangkitkan gairah kejantananku. “Mau apa ke kamar?”, tanyaku tak mengerti. “Bobby”, sahutku tetap dgn nada bangga.Tante Amanda meminjamnya sebentar untuk berjalan-jalan. Aku ingin mengangkatnya, namun Lidya malah menekan dan terus membenamkan wajahku ke tengah dadanya. Bahkan aku sampai tertawa sendiri.




















