Amida takut…”
katanya sambil terus melihat ke arah rudal qu yang sudah mau meroket tepat ke arah “Tempe” nya yang masih tertutup CD. XNXX Jepang Keringat bercucuran dari jidat dan punggung Amida. “Enggak boleh…?” katanya sambil tersenyum manis. Lalu Amida masih terdiam. Torpedo qu yang sedari kedatangan nya jadi tegang daqn kini mulai terasa pegal , tak terhitung berapa kali aku menelan air ludah. Dia mendorongkan pantat nya maju bersamaan dengan klimak yang dia dapat.“Mas… Ahhh… Ahhh… Shhh…”
Dipeluknya saya erat-erat hingga hampir 2 menit.“SSshhh… Aduhhh… Enakkk… Amida…”Gumam qu disela-sela pelukannya yang erat. Sekian. Saya sebagai seorang mahasiswa dengan prodi yang saya ambil yaitu bahasa mandarin. saya harus liat buku panduan tambahan dulu” ucap qu.Lalu saya mencari alasan agar saya bebas ber duaan dengan Amida.“Lho Mas…Buku panduan apaan sih?” tanya Amida.“Ini lho….buku kamus cepat dan imbuhan ..?? Namun saya cuek aja. Amida terlihat memejamkan mata. “Iya, sedikit kok mas…” jawabnya
“Apanya




















