Dan aku rasa Kharis pun mengetahui hal itu, dan dia mulai meracau lagi,“Oh Ardi.. Otak kotorku mulai bekerja supaya bagaimana dapat tidur dgnnya malam ini. Bokeb Wina?, bukannya Wina satu kamar dgn Kharis, dan berarti nanti Kharis sendirian dong dikamar. Aku berkata sembari berbisik ditelinganya.“Kharis aqung.. Kalau salah satu dari kami ingin dipeluk, maka kami memberikan kode untuk menuju ruang komputer yg tak ada orang, kemudian kami ketempat yg paling pojok supaya aman dan berpelukan. Tak begitu lama, Kharis sudah keluar dan telah berganti baju tidur daster. enak hh..”Aku pun tak tahan kemaluanku diremas dan disedot oleh kemaluan Kharis, dgn satu dan dua kali sentakan kemaluanku menyemportkan sperma jauh langsung masuk kedalam rahim Kharis, dan yg semportan kedua tak kalah nikmatnya.



















