“Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Bokep India Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Hati ini menjadi luruh. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Tes! Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah.




















