Dalam tempo singkat saja keringatku mulai bercucuran. Bokepindo Kalau ada dia, saya tentu tidak akan sebebas ini”. Ibu Sela pun tidak tinggal diam, mulai melepaskan kancing kemeja saya satu persatu, lalu menanggalkan kemeja saya. Memeluk pinggangku sambil berkata perlahan,
“Kita harus berterima kasih pada pemilik tanah itu, ya Pak. “Asyik dong, jadi aman….”
“Saya pasti ketagihan Pak… soalnya punya Bapak panjang gede gitu…”, Kata-kata Ibu Sela itu membuat napsuku bangkit lagi. “Ohh… Hatiku melompat kegirangan dan bersorak sorai”. Mungkin ini yang disebut SII (Selingkuh Itu Indah). “Asyik dong, jadi aman….”
“Saya pasti ketagihan Pak… soalnya punya Bapak panjang gede gitu…”, Kata-kata Ibu Sela itu membuat napsuku bangkit lagi. Dikasih hati minta ampela. Dan setengah jam kemudian Ibu Sela sampai kerumahku dengan diantar sopir perusahaan. “Emang siapa yang mau ngajak begituan di mobil? Tapi saya sengaja ingin merasayakan pemanasan selama mungkin, supaya meninggalkan kesan yang indah di kemudian hari.




















