“Khawatir apa Bu “
“Tante saya kan pernah kena kangker payudara, saya khawatir .”
“Setahu saya . Aku tetap bersikap profesional dan memang tak ada sedikitpun niatan untuk berbuat lebih. Bokepindo Please . Dalam kebimbangan ini tentu saja aku memelototi terus sepasang buah indah ciptaan Tuhan ini. Kuperhatikan tubuhnya dari belakang. Malah Syeni mau lagi .”
“Ah .udahlah, kita berberes, tuh ditunggu ama suamimu”
“Lain kali Syeni mau lagi ya Mas”
“Gimana nanti aja .. Kalau yang ini tanganku merasakannya langsung. Tangannya yang tadi meremasi punggungku, tiba2 sekarang bergerak menolak punggungku. “Suamimu tahu kamu ke sini”
“Iya dong, memang Syeni mau ke dokter” Tiba2 dia memelukku erat2. jangan dong . “Tapi saya kan engga yakin, benjolan yang kaya apa ..”
Apakah ini berarti aku harus memeriksa payudaranya ? Sedaaaapppp ..” Rintihnya.




















