Besok kamu sekolah kan? Vidio Sex Dan teman-temannya cekikikan. Aku jadi kasihan padanya. Entah mengapa setelah berhasil mendapatkan kegadisannya aku jadi sinis dan jijik. Aku hanya memikirkan kenikmatan bagi diriku, hendak mereguk dia sepuas-puasnya, karena bukankah ini adalah jual-beli? Kalau dia hamil dia tuntut kau bertanggungjawab. Disamping pemuda itu dia tersandar di sudut sofa dengan wajah merah saga, rambut awut-awutan dan blus sekolah yang acak-acakan, kerut-merut di bagian dada.“Kok cepat pulangnya Om?” Andi tidak kelihatan kikuk sama sekali.“Ah biasa”, jawabku, “Sudah lama?”, kupandang gadis itu sekilas yang hanya menundukkan wajah tak berani memandangku. Bahkan sarapan sebelum berangkat sekolahpun barangkali dia belum. Barangkali dia tahu aku bukan orang jahat.“Kamu pernah ngentot?” Kataku setelah beberapa lama. “Om, Mita jangan diperkosa Om”, rintihnya memohon.“Kamu kan mau ngasi tempek-mu ke Om?”“Jangan Om, Mita takut nanti Mita hamil Om.” Rupanya walau separuh mabuk masih tersisa akal sehatnya.Aku berhenti.




















