Perjalananpun dilanjutkan kesebuah plaza dengan mesra Roni memberanikan dirimemegang jari tangan Tutik yang lembut dan halus.Sentuhan itu membuat hati Tutik berdebar-debar seperti baru terkena strum listrik. Vidio Porno Tutik kupeluk, kusayang, akhirnya Tutik mengalah memberikan rekamannya.Tutik yang marah akhirnya bisaku redahkan kemarahannya. Aku gelagapan menyeimbangi jamahan dan ciuman yang di lakukan Roni samaku.Aku hampir lemas dengan cumbuan Roni yang membuatku tidak sadar diri sumua pembalut tubuhku telepas sudah seperti anak yang baru dilahirkan tanpa sehelai benangpun yang menghalanginya. apa memang wartawan seperti itu ? Aku termenung sejenak memikirkan cara apa lagi kubuat untuk mengajak Tutik ceritakan kisahnya.Dengan ide yang cemermalang terlintas di benakku untuk merayu dengan posisi yang sama. Kurang lebih limabelas menit dimuka café, penulis mengajak gadis itu kedalam café. Kuperhatikan mobil silaki-laki setengah baya yang tadi kutinggalkan di tempat parkir, memang tidak ada. jahat abang, aku ngga mau lagi cerita ama abang. Sesampainya dicafe Tutik langsung




















