komedi gelap Nadia Uting Coklat Toket Papaya Cakep: satire, ambiguitas, dan insiden kacau. Film Porno Plus: skrip licin. Minus: humor tidak untuk semua. Untuk selera khusus. Mulai.
Aku lupa kelamaan menghitung kancing. Aku harus memulai. ” ujar suara wanita muda yang kemarin menuntunku menuju ruang pijat. Pokoknya turun. Matanya dikedipkankan, bersamaan masuknya angkot lain di belakang angkotku tadi. Ah, selangkanganku disentuh lagi, diremas, lalu dia menjamah betisku, dan selesai. Seakan sengaja memainkan Kejantananku. Sekenanya saja kubuka halaman majalah. “ Aku sudah tak tahan, ayo dong..! Langkahku semangat lagi. Kujilati payudaranya, dia melenguh. ”
Semua penumpang menoleh ke arahku. Aku tersetrum. Aku tidak menjepit badannya. “ Aku sudah tak tahan, ayo dong..! Aku tersetrum. Ah segar. Perlu tidak ya kutegur? Aku dibimbing ke sebuah ruangan. Tidak lama wanita itu mengetuk langit-langit angkot. Ada cairan putih di celana dalamku. Dari atas: Turun. Atau kean, karena dia masih mengangkat tabloid menutupi wajah?




















