Kudengar ia terisak pelan:
“matur nuwun sanget Kakek.. Naik turun gunung, masuk ke goa dan bertapa (ih, dinginnya minta ampun) dan dipaksa berpuasa mutih (hanya minum air dan nasi putih doang), empat puluh hari penuh. Bokeb Sambil menguap aku berdiri dari “meja kerja”ku, menuju pintu dan bermaksud menutupnya. Kukedip-kedipkan mataku, dan berkali ? Harus ada cara supaya dia terangsang, pikirku. Tambah kugoda lagi (meskipun tetap dgn mimik muka serius, bahkan penuh belas kasihan):
“coba to ceritakan yg jelas,seperti apa yg dilakukan si Kartolo dalam mimpimu itu?”Akhirnya si Juminten ini tampaknya berhasil menguatkan hatinya. Aku segera menutup pintu.Kulihat si wanita duduk dgn sangat hormat di kursi pasien yg kusediakan. Kurasakan puting itu semakin membesar dan mengeras. aku..aa..” jeritan yg entah apa artinya itu meluncur keluar dari mulut si bahenol, diikuti dgn semprotan cairan dari lobang kemaluannya.




















