Dia seusia anak-ku, akutak mau anak-ku seperti ini,..Sebuah petir kembali menyambar,..diiringi derasnya hujan,.Hal yang langka diawal musim kemarau ini,..“Kalo segini sich belum cukup,..” Aku bahkan tak percaya ini meluncur dari mulut-ku,..Vero sampai tertegun mendengarnya,..Aku berdiri mendekatinya,..Kuraih dagu muridku, kucium bibir mungilnya itu,..Vero mendorong-ku,..Tak ingin lagi dia dicium oleh-ku,..“Bapak mau apa?” Vero bertanya, nadanya ketakutan,..“Bapak Cuma mau lagi…”Kudorong dia ke meja kerjaku, kali ini menungging,.. Vidio Bokep Aku pun berusaha memasang tampang cuek, meski iman ini mulai terguncang,..“Pak Agus,..” Suara lembut itu memanggil,..“Ya,..” Kata-ku menjawab,..masih berusaha memberikan ekspresi datar,..“Saya Veronica, murid BLK bapak…” Memperkenalkan diri “ Boleh saya duduk?”“Oh ya silahkan, Veronica dari kelas G?” Aku pura-pura bertanya, meski sebagai lelaki tidak mungkin aku tak mengingat mahasiswi secantik Veronica“Iya pak, saya mau minta bantuan pak,..” tampaknya dia sudah biasa berbuat seperti ini, hingga tak malu-malu lagi untuk mengajukan permintaan yang sebenarnya memalukan itu,..“Oh, memang apa yang bisa saya bantu?”










