Tak lama aku pun menyusul menuju ke pulau impian. Film Porno Memudahkan penisku untuk keluar masuk. Kaki Bu Etik menimpah pahaku, berat. Genggaman tangannya semakin erat, tapi semakin lembut. Kadang sampai larut malam kita tidak tidur, berkumpul di kamar depan, karena hanya ada dua kamar di posko itu.Aku pegang gitar, mengiringi teman-teman menyanyi lagu-lagu nostalgia. Bu Etik itu ternyata cantik juga, mirip Camelia Malik. Akal sehatku bermaksud menyingkirkan tangan nakal itu, tapi bisikan setan lebih kuat, maka kubiarkan tongkat wasiatku membesar dan memanjang. Kesibukan yang menguras tenaga dan pikiran, ditambah dengan kesulitan yang selalu muncul, membuat kelompok kami semakin kompak. Satu-satunya yang aman kulakukan adalah membebaskan si kecil dari CD dan sarung yang membuatnya terjepit.




















