Rara cuma mengangguk kecil. “Enak yan, enak banget.Kamu ngapain aku, kok enak banget sih” kata rara sambil merem melek. Bokep Mama Tapi berhubung kamu sedikit mabuk wajarlah” kataku. Kemudian aku bersiap-siap mengeluarkan mobil untuk menjemput Rara.Dalam perjalanan pikirannku penuh dengan pertanyaan. Well… wtf lah, aku gak peduli lagi, akhirnya aku cium Rara dengan buas.Aku mencium Rara dengan menghisap bibir bawahnya, Rara membalasnya dengan menghisap bibir bawahku. Aku mengantarkan Rara kekamar mandi dan menungguinya dari luar, untuk memastikan Rara gak apa-apa.Setelah Rara keluar dari kamar mandi, vaginanya sudah bersih. “Kenapa Yan, aku kurang cantik ya ? Setau aku dari dulu kamu kan baik sama aku Yan.” jawab Rara.Aku cuma menarik nafas, pikirku mungkin aku baik sama dia, tapi kan aku juga cowok biasa, mana ada cowok yang gak pusing ada cewek cantik tidur disebelahnya“Ya terserah kamu aja sih, walau menurutku agak aneh.












