Ruangan kamar lumayan gelap, hanya sebagian tubuh atas kami yg terkesan jelas. Bokep Crot Wajahnya menatapiku tanpa henti,menanti kejutan2 selanjutnya. “Monggo den..”
“Apa yg mbak rasa waktu itu,..mm..waktu di kamar..” kalimatku makin menjebak. Jemariku menyentuh pangkal tangannya, menepuknya pelan kemudian tanpa bicara aku melangkah masuk ke kamar sambil menutup pintu. Dia terdiam berbagai saat,aura wajahnya berubah. Begitu dirinya terhenyak di sampingku, aku langsung menerkamnya, menghimpitnya dibawah tubuhku serta ciumanku langsung mendarat dibibirnya. Mbak Juminten tetap duduk bersimpuh di depanku sambil melelehkan air mata. “Maaf yg kmaren mbak…”Jawabku. “Mmm..mbak ikhlas kok den..salah mbak juga..telahlah gak papa..”jawabnya pelan sambil mengalihkan pandangan ke arah jendela. “Ngelakuin apa aja maksudnya apa nih mbak..”Tanyaku sambil tersenyum. Pagi itu dirinya sangat bimbang serta panik, dengan meneteskan air mata beliau mencoba terus memohon utk memberinya pinjaman kurang lebih 1,5 jt utk menutupi tuntutan hutang dari bandar judi togel di desa.




















