Aku merasa geli campur nikmat. Aku tak menjawab, dan langsung berlari, meninggalkannya. Bokep Rusia “Grathil!,” begitu bentaknya sambil menghalau tanganku. Tak seorangpun yang berani menatapnya kala ia berkata-kata, atau membantahnya, saat ia memberi perintah. Bahkan saat aku masih umur 2,5 tahun aku sudah hafal menghitung 1 sampai 100. Aku pikir, setelah sekian lama tak ada lagi pertanda aksi berlanjut, aku memutuskan mengakhiri petualangan mengintipku. Meski sangat terbuka kesempatan itu, tapi aku tidak serta merta berani ‘menguliti’ Nenek. “Grathil!,” begitu bentaknya sambil menghalau tanganku. Wajahnya tampak semakin cantik, dengan hidung mancung dan bibir kemerahan seperti habis makan sambal. Yang mampu ku ingat, usia ku baru 5 tahun saat itu. Lagi-lagi..“Auh.. Kedua tangannya mulai bergerak merangkul bahuku, dan menekan tubuh mungilku ke tubuhnya. Ku pikir toh tak ada bedanya kalau aku juga lagi memegang ‘payudaraku’ sendiri.




















