“Udah…. Bokepindo Saat aku terima fotonya, sebagai seorang pria, aku bisa memastikan kalau dia cantik, cantik banget .Waktu terus berlalu, begitu juga perkenalan kami via internet terus berlanjut dan suatu hari aku tanya dia “ An, kapan ke Bravo? “.“aku pulang Kamis malam, kamu kapan, jadi ngga ke Bravo?” begitu dia balik tanya padaku. Lalu aku cium lagi, kucium pipi, leher dan kupingnya, dia kegelian, dan aku semakin berani. “ Iiichhh, “ dia nyelutuk.kenapa? Tidak tahu kenapa, rasa sayangku padanya kian bertambah, An merebahkan badannya, kepalanya diatas pahaku, kubelai rambutnya dan sekali-kali kucium pipinya. Setelah dua hari aku hubungi dia lagi “ An, aku di Sierra nih, trus mau ke Bravo, kamu dimana?” dia jawab”aku di rumah, kapan jadinya?” “Mudah-mudahan besok udah nyampai, ditunggu aja ya” aku jawab lagi.




















