Kembali tubuh Udiyani mengelinjang pelan penuh kenikmatan menerima perlakuan ini.“Hekk.. Bokep Brazzers Aku mau keluar,” teriaknya kecil.Tanpa berhenti gerakan lidahku terus menerobos semakin ke dalam dan ini menimbulkan sensasi yang lebih hebat untuknya dan di akhiri dengan teriakannya yang panjang.“Ohh.. Aku mau mandi dulu yah,” katanya.“Ntar keburu kedinginan, sekarang aja mulai terasa nih udaranya,” sahutnya lagi.“Kalau begitu kita sekalian aja mandi bareng,” godaku.“Boleh.. Setelah membayar minuman yang kita pesan, aku menggandeng tangan Udiyani dengan mesra untuk meninggalkan cafe dan mencari penginapan di sekitar Kintamani yang memang sudah dekat dari cafe tersebut.Tak lama berselang aku menemukan sebuah hotel yang tempatnya begitu cocok menurut kita berdua. Udara sepertinya sangat mendukung sekali sehingga aku dan Udiyani semakin rapat berpelukan.

















