Kedua bola mataku sampai membeliak lebar. “Mau apa ke kamar?”, tanyaku tidak mengerti. Bokeb Padahal tadinya aku benci sekali, karena menganggap Mas Herman telah merebut Mbak Indri dan sisiku. Aku benci dengan semua orang yang bahagia melihat Mbak Indri diambil orang lain. Sabar sekali dia menuntun jari-jari tanganku untuk meremas dan memainkan bagian atas dadanya yang berwarna coklat kemerahan. “Linda, apa yang kau lakukan…?” tanyaku tidak mengerti, sambil mengangkat wajahku dari dadanya.Linda tidak menjawab. Tapi aku diam saja, malah menatap wajahnya yang cantik dan begitu dekat sekali dengan wajahku. Tapi aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang d ibisikkannya. Linda berada tepat di atas tubuhku, sehingga aku bisa melihat seluruh lekuk tubuhnya dengan jelas sekali.Entah kenapa tiba-tiba sekujur tubuhku menggelelar ketika penisku tiba-tiba menyentuh sesuatu yang lembab, hangat, dan agak basah.




















