Gerakan tubuhnya yang menempel di tubuhku, aroma wewangian dari kulitnya. Seperti apa yang kau mau.”
“Hmm. Bokep Ojol Sedetik setelah kutarik, saripatiku keluar, menyembur ke atas bulu-bulu kemaluannya. “Kasar,” bisiknya. “Ahkk,” erangku. Ia membalikkan tubuh dan membungkuk. Tapi kedua lengannya menahan pundakku. Ia menoleh dan menatapku dengan heran. “Tentu saja,” katanya,
“aku juga minta maaf. Tapi aku akan kembali.”
“Aku akan kembali,” bisiknya mengulang. Aku tak tahan lagi. Aku berjumpa dengannya di resepsi pernikahan sahabatku, kurang lebih empat jam yang lalu. Tapi tidak ada. Lalu aku terbang ke alam fantasi. Maaf kalau membuatmu tersinggung. Ia lalu mengulurkan lengannya dan mengelus pipiku dengan jemarinya. Semua kesan romantisme hilang dalam sekejap. Kulihat ia memandangku, masih dengan senyuman di bibirnya. Emosi dan nafsuku campur aduk. Aku terpesona. “Maaf, aku hanya menggoda.”
“Jangan lagi.”
“Tentu tidak,” sahutnya.




















