Kini wajah Fitri sudah rata oleh sperma milik Eka.Kemudian lima orang lainnya secara bergantian memperkosa Fitri di vagina, anus maupun mulut Fitri. Bokeb Fitri tidak berani berbuat apa-apa kecuali menurut. Kesadarannya perlahan mulai kembali lagi dan rasa sakit kembali terasa di seluruh tubuhnya. Fitri merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Iwan. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat Fitri dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya Fitri menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks.Ketika Iwan hampir mencapai klimaks, dia memeluk Fitri dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar, Fitri tidur di bawah dan Iwan di atasnya. “Elo mau apa sih Nov..? Gue tusuk perut elo..!” ancam Shanty sambil memegang gunting di tangannya.




















