katanya. Bokep Mama aku malah senang hahahah
seneng naik gunung, apa naikin aku? Boleh tu.. Kubuka lebar kedua pintu lemari cokelat itu. Meninggalkan genangan air di jalan depan rumahku yang berlubang. Kocokin memek aku pintanya. hehe.. Disinilah aku menaruh semua peralatan travelku.Tak berpikir lama segera kuambil barang-barang yang kubutuhkan, kotak p3k, senter, powerbank, segulung tali tambang, kompas, dan masih banyak lagi.Kujejalkan semua itu dalam tas carel besar berwana hitam itu.Aku bergegas mandi. Jam di mobil telah menunjukkan pukul 10:15. Ia mengarahkan kedua putingnya mendekat. hmm dasar lain kali bawa pakaian ganti yang lengkap
Cukup lama kami berpelukan, kini suhu badanku perlahan kembali normal. Aa.kak..AaaAaaaaahhh.. Ketika sampai di depan pintu gerbang rumahnya kami bertukar nomor handphone.nanti telpon aku ya kak. sial pikirku. kata Reni. Kuraih jam weker itu untuk mematikannya. Kok lembut sekali, pikirku. sini kak.. Waktu berlalu, aku yang menikmati suasana asri nan hijau, kini dikejutkan oleh kehadiran seseorang.




















