Saat Mereka Berbagi Di Tempat Rahasia

“Oke kalau gitu bu…permisi”Aku tak mau tergesa-gesa untuk mendesaknya. Dengan suasana remang-remang, aku menggenggam jarinya, keulus mesra, kelembutan jarinya mengantarkan desiran-desiran aneh di dalam tubuhku, kucoba mencium tanganya pelan, tdk ada respon, kulepas tanganya dengan lembut. Bokepindo Terus Win… ooocchhh…” Eranganya makin keras, birahinya sudah dipuncak. Aku baru tau bahwa gairah Jehan sangat tinggi, selama ini dia bersikap alim, karena tak mau sembarangan ngesex dengan laki-laki. Aku segera meninggalkan kantor Ibu Jehan dengan berbagai macam pikiran yg terbayang. Tp pikiranku kalah dengan gairah yg mulai menggelora, terlebih saat tangannya dengan lihai mengelus dadaku. Kulihat mulut mungilnya sesak oleh batang penisku. Aku bergeser turun menjilati perutnya, kurasakan jg perutku dijilati dan akhirnya lidah kami saling menjilat kemaluan. “Terima kasih Win, lama sekali aku tak merasakan nikmat yg luar biasa ini.” Aku hanya bisa diam, menahan tegangnya batang penisku yg belum terlampiaskan tp rupanya Jehan sangat pengertian.

Saat Mereka Berbagi Di Tempat Rahasia

Related videos