Selesai makan kami kembali ke kamar mereka, kali ini kamar itu sudah rapi tidak seperti tadi pagi yang masih berantakan. Bokeb HP berbunyi saat aku menuju didepan lift hendak turun. “gila, belum pernah aku dikulum setelah keluar gitu” katanya sambil membelai rambutku yang tergerai di atas dadanya. Kuminta Dody mengambilkan tas Eigner-ku, tanpa menghentikan sodokannya dia meraihnya dan memberikan padaku, segera kuambil hp, ternyata benar dugaanku, Pak Jacky. “gila, belum pernah aku dikulum setelah keluar gitu” katanya sambil membelai rambutku yang tergerai di atas dadanya. Aku jamin deh pasti temanku mau” ajaknya saat kami makan siang. Sopir sudah menunggu ketika kami keluar dari airport dan langsung menuju ke Hotel Mandarin, hotel yang dipilihkan Pak Jacky, belakangan baru kutahu kalau itu dekat dengan kantornya dan dia bisa segera menemuiku sepulang kantor atau sebelum ke kantor.




















