Wajahku masih tertutup selimut.Tapi si lelaki tampak tak peduli dengan buas terus menyetubuhiku dari belakang. Bokep Family bertelanjang bulat dengan kelamin tegak menegang siap bergantian memasuki diriku. “Pergi !!!” ujarku lirih setengah menangis….”okay, tante…aku pergi”, ujarnya seraya mengenakan kembali pakaiannya, wajahku jengah melihat sekilas batang penisnya yang walapun dalam keadaan layu tetap jauh lebih besar dibanding milik suamiku. Kini dua rongga tubuhku dipenuhi dua kelamin pria…bagaimana munkin seorang wanita terhormat, seorang isteri dan ibu yang baik beberapa jam lalu kini menjadi semacam wanita pelacur yang jalang dan dipenuhi nafsu? Rasa dendamku berganti gairah bagai gadis remaja dirasuk asmara. Ganti keributan itu berpindah di kamar anakku. Pria yang tengah tenggelam dalam menggali kenikmatan tubuhku itu melipat kakiku hingga lututku nyaris menyentuh pundak, ia kian ganas memompa bagian bawah tubuhnya membuat kamar itu dipenuhi irama alunan orkestra erangan,rintihan dipadu suara kecipak dua kelamin bergesekan.




















