Setelah Membantu Kakak Tiriku Hazel Moore, Aku Menghajarnya Keras

Ia sudah melepas cardigan birunya. Bokep Jepang Ia balas menatapku. “Ruang tamu yang nyaman,” ucapnya beberapa saat setelah kuletakkan gelasku ke atas meja. Baju-bajuku masih berserakan di lantai. Aku baru sadar, bahwa jarak antara wajahku dengan wajahnya hanya sekitar tiga puluh senti. Tapi akhirnya, dengan memejamkan mata, kugerakkan pinggulku, maju dan mundur. Kulepas jasku dan meletakkannya di atas buffet, lalu aku berjalan menuju bar kecil di ruang dapur. Sambil tersenyum lega, kuanggukkan kepalaku. Paul Anka? Saat kutarik kepalaku sedikit ke belakang, ia tertawa. Segenap otot di tubuhku melemas. Mau tak mau aku tertawa juga melihatnya. Kurasakan jemariku menempel di dadanya. Geliat dan keringat yang bercampur. “Relaks,” bisiknya di depan bibirku. “Kamu akan menghilang besok pagi?” Kudengar ia tertawa lirih. Kupikir, mungkin masih ada kesempatan bagiku memperbaiki keadaan sebelum ia turun dari mobilku.

Setelah Membantu Kakak Tiriku Hazel Moore, Aku Menghajarnya Keras

Related videos