Kami hanya berdua saja di sana, di ruang keluarga. Malamnya, hujan lebat mengguyur Jakarta. Indo bokep Aku bukan… aku bukan tuan. Kulihat tuanku sudah mengeluarkan penisnya, tegak mengacung.Tanpa perintah kata-kata, aku tahu itu adalah tanda. Dalam-dalam. Aku menanti. Rasanya kembali mengikat, mendorong, memelintir, merobek penahan, menghilangkan pembatas… Aku menari-nari dengan penis menancap di vaginaku. Ketika ujung ibu jari dan jari tengah bertemu, pas melingkari penis yg kokoh ini.Aku mulai menyukai urat- uratnya, guratan-guratannya. Ia menatapku dengan bingung. Masih belum bersih. Bagaimana bisa berkata cinta? ” sang jantan menggeram.Gerakannya semakin cepat. Mata ke televisi tapi pikiran dan badan masih terasa melayg, belum mendarat setelah tadi terbang berkali- kali.“Sayang…”
“Ya tuan?”
“Lho, kok tuan?”
“Yaaa… kan saya pembantu…”
“Tapi aku cinta padamu!” Aku menunduk.Aku juga cinta pada tuanku… Tapi aku duduk di tempat berbeda.“Saya masih tetap hanya pembantu.”
“Aku tdk peduli!




















