Baru beberapa langkah kami beranjak pergi, tiba-tiba Wulan memanggil kami, katanya dia ingin ikut kelompok kami saja (alasannya masuk akal, dia tidak enak hati sebab Fadli adalah pacar Lia, dan Wulan tidak ingin kehadirannya di tenda mengganggu acara mereka). Link Bokep Wulan mengiba, “Aduhh.., sudah dong Ro.., ampun.., sakit Rob”. Doni dan Robby menyaksikan atraksiku dari jarak dua meter. Aku sempat kaget karena belum tentu anak yang dikandungnya itu adalah anakku. Aku khawatir kebahagiaan rumah tangga kami akan hancur bila ternyata kenyataan pahitlah yang kami dapati.Akhir Desember 1997 kami menikmati pergantian tahun baru di rumah saja. Licin dan hangat bercampur menjadi satu. Karena Fadli dan Lia tidak keberatan ditinggal berdua, kami (Robby, Doni, aku dan Wulan) segera melanjutkan perjalanan.Ada beberapa hal yang perlu aku ceritakan kepada pembaca tentang dua orang teman wanita kami. Dengan sigap Doni menghampiri tubuh Wulan.




















