Sambil menahan birahi, kubuka keempat kancing kaos Maya satu persatu dengan tangan kananku. Maya menutup matanya lalu membasahi bibirnya (aku bener-bener bersorak sorai). Bokep Mom “Maya bener mau?” Gayung bersambut nih, pikirku. Putri tertua mereka, Murni sudah dijemput pacarnya sejam yang lalu. “Maya bener mau?” Gayung bersambut nih, pikirku. Dibuka-bukanya buku yang dia bawa dari rumah induk.“Maya udah punya pacar belum?”tanyaku memancing. “Pacaran itu dasarnya harus ada suka.” lanjutku ketika kulihar Maya tertunduk malu. Ketika merasakan tak ada yang kuperbuat, Maya memicingkan mata.“May… adekmu udah gede banget May…”
“Udah waktunya dipetik ya mass…”
“Ehem, biar aku yang metik ya May…”Aku berada di atas Maya. Aku menggeliat-geliat menahan amukan asmara yang Maya ciptakan.Kaos pink Maya terjatuh di ranjang. Jadi aku lorot saja celananya. (keseringan mantengin VCD parto kali yee…).




















