Tutik mengangkat dengan nada kesal “abang dimana kok ngga datang ?. Bokep Cina Kuikuti dari belakang sampai mobil itu belok kesalah satu tempat penginapan yang berkelas di Simalingkar. belum habis aku ngomong langsung penjaga itu potong Tutik bang ? Tutik kupeluk, kusayang, akhirnya Tutik mengalah memberikan rekamannya.Tutik yang marah akhirnya bisaku redahkan kemarahannya. Kebetulan siap makan hujan grimis pun tiba, kami sangat khawatir kalau pantai ini akan meluap nantinya.Tapi kekawatiran ini hilang begitu saja sesaat aku berdua dengan Roni di dalam gubuk. Semula kedua orang tuaku tidak pernah mempersoalkan hubunganku dengan Roni sampai kami naik kelas tiga. Tanpa di komandoi tangan Roni yang lincah membuat aku kehilangan konstrasi. Bahkan dia mengatakan “abang puas ya menanyai Tutik hanya untuk kesenangan abang, malunya untuk Tutik, berarti abang ikut donk menghancurkan Tutik dan mempermalukan Tutik di muka umum”.Aku berusaha meyakininya dengan rasa sayang, kukecup pipinya yang menandakan aku bukan untuk mempermalukannya.





