Tanpa bermaksud untuk membuatnya kaget, aku langsung duduk di samping Evi. Bokep Family Aku tau pasti, Evi pasti marah dan cemburu melihat kedekatanku dengan Tia. Akhirnya Evi menghampiriku sambil membawakan secangkir kopi hangat. aku cari kemana-mana tidak ada satu kamarpun yang berisi makhluk cantik bernama Evi. Di sana aku hidup sebagai anak kost. “Engga cape , Vi, Kok belom bobok ?” tanyaku membuka percakapan. aku sangat membutuhkan kasih sayang kalian berdua. Sebelum berenang Tia membisikkan niatnya untuk mandi bersama “Tia bawa aroma terapi, enak deh. Bumbu-bumbu cemburu pun mulai dikenalkan Tia pada ku.Setiap aku berhubungan dengan temanku yang lain, Tia pasti marah-marah tanpa alasan yang jelas. Setelah keringat kami mengering, Evi pun menggandeng tanganku menuju Kamar mandi.




















