Duh, buyar deh pertahanan saya. Tapi ada yang lain…sekarang, kapan saja saya perlu uang, saya nggak lagi segan-segan menawarkan badan saya kepada laki-laki. Bokep Arab Itu… Kok ditempel ke anu saya?!” kata saya. Juragan ketawa, lalu beliau cium bibir saya lagi. Saya waktu itu ngeluh,“Kok sudah kayak penganten aja, Mbok.”Simbok menjawab, “Yang namanya penari itu nggak boleh biasa-biasa aja, nduk. Kalau jualan, saya ndak punya apa-apa, mesti jual apa?”Tapi lantas tatapan Juragan kok berubah jadi aneh… Beliau mendekati saya dan merangkul saya. Tapi buat mereka yang gigih dan mujur, selalu ada jalan. Tapi saya acuhkan. Tapi nggak lama kemudian saya merasa ada yang memuncak dalam badan saya, seperti waktu itil dan memek saya dimain-mainkan tadi. Saya tetap mencari penghidupan dengan menari untuk orang-orang di Pasar.




















