Sementara harta benda yang kumiliki dari perkawinanku dengan Yadi, kutitipkan terhadap Dayu. “Boleh cium bibir Bunda?” tanyanya dengan suara tergetar. Bokep Mama Dapatkah ia memberiku kepuasan batin seusai menjadi suamiku ? Maka sengaja kumunculkan payudaraku dari belahan kimonoku, lalu kuangsurkan padanya seraya berkata,“Ciumin ini juga boleh….”
“Oh, Bunda…..ini…ini indah sekali….”
“Ayo anak bunda cepetan nen…” Meski masih canggung, Prima mengulum pentil payudaraku sambil memejamkan matanya. Tapi seketika itu juga berusaha menguasai diriku sendiri. Lalu kubelai rambut anak tiriku sambil berkata lembut,“Memangnya apa kesalahanmu, sayang ? Dan ia tersenyum, lalu memelukku juga dengan hangatnya. Siapa tau bunda bisa bantu cari jalan keluarnya.” Tiba-tiba Prima turun dari bedku.Lalu berlutut di lantai, sambil menempelkan wajahnya di lututku. Lalu bangun sambil menggeliat. Bukankah aku ini sosok pengganti ibu kandungnya ? Karena pasti ia akan tersiksa dibuatnya nanti.




















