Tak kusadari lagi sekelilingku oleh gelombang kenikmatan yang mendera seluruh urat syaraf di tubuhku yang semakin tinggi. Film Porno Aku tak mampu lagi melihat ke bawah. Sedangkan aku tetap sebagai animator yang bekerja di sebuah perusahaan di daerah Kedoya tapi aku harus meninggalkan kostku. Aku berhenti sejenak meraba payudaranya. Ia makin turun dan turun ke bawah. Rasanya Jakarta hanya milik kami berdua, tiap malam setelah mandi sepulang dari kerja atau setelah makan malam, kami melakukan hubungan seks. Aku pun menuju ke arah yang ditentukan. Begitu seterusnya berulang-ulang. Entah ada setan apa, secara reflek aku memegang tangan kanannya. Sambil menunggu, aku mencoba untuk melihat-lihat sekitar siapa tahu ada temanku, tapi tidak terlihat ada temanku di antara semua orang tersebut. Ugh, nikmat sekali rasanya. Beberapa kali tubuhku bergetar namun ia tetap pada sikapnya. Pada hari Sabtu yang telah kami sepakati dengan teman dia, dan kami janjian ketemu di salon itu




















