Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Bokep Montok Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. “Ini dia mujahidah (*) ku!” pekik hatiku. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Subhanallah … Alhamdulillah…********Bi…, siang nanti antar Ummi ngaji ya…?” pinta isteriku. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. Katanya mau kayak Rasul? Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain.




















