Asap dupa segera memenuhi ruangan kecil itu.“Siapa namamu, Cah Sara?”tanyaku tanpa memandangnya, tetap sibuk melakukan persiapan.“Juminten, Kakek” katanya. Bokep China Jangan ? aduuhh..” namun aku tidak perduli lagi. Bener lho Jum, nanti setelah kena air tadi kamu akan merasa bahagiaa sekali”. Wajahnya menunduk Sara ke bawah:
“kenapa?” tanyaku:
“kamu rasa sakit ya Cah Sara? “Tenang Cah Sara..tenang.. ”Masuk, Cah Sara” kataku dgn suara berwibawa. Dia nyengir dan menunjuk pelan ke ruang tunggu di depan. Ceritakan saja. Pokoknya Kakek usahakan kamu jadi sembuh betul”. Aku mendeham:
“belum Cah Sara” kataku:
“Aku bilang semuanya. Dia tampak bingung sehingga harus kubantu. aku terangsang berat. Kurendahkan tubuhku, kini aku telungkup di atas badannya. Dgn canggung dia menurut:
“buka lebar-lebar kakimu Cah Sara” kataku. Kuremas-remas halus rambut-rambutnya yg jarang, dan akhirnya kukecup kelentitnya dgn bibirku.“Aaggh..” Juminten mengerang (mana ada sih wanita yg kuat kalau dibegituin?).




















