Mereka pun berpisah, Anis kembali ke rumah, sementara Safiq meneruskan pelajarannya.Sorenya, saat pulang dari sekolah, Safiq mendapati ibunya menyambut di ruang tamu. Bokepindo Tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh mas Iqbal membuat Anis merintih kegelian, namun terlihat sangat menyukai dan menikmatinya. Tapi itu cuma awal-awal saja, karena selanjutnya, saat melihat tidak ada penolakan dari diri Anis, iapun melakukan yang sebenarnya,Safiq mengangkat salah satu kaki Anis ke sandaran sofa hingga kini selangkangan sang ibu angkat terbuka jelas di depan matanya. Berdua mereka duduk di sofa ruang tengah, di depan televisi. Ada rasa ingin merasakan, tapi juga ada rasa takut akan dosa. Ceritakanlah, siapa tahu aku bisa membantu.”Anis menggeleng,
”Ah, nggak, Mas. ”Kamu kangen ini kan?” tanyanya sambil tersenyum manis.Dengan polos Safiq mengangguk dan mulai meremas-remas pelan.




















